tabut suci

Posted: August 18, 2011 in artikel bacaan, history

Tabut Suci


4Bagikan

Oleh: Mang Ucup

Artikel di bawah ini didapat dari milis tetangga dan merupakan karya dari Mang Ucup. Siapakah Mang Ucup? Untuk lebih mengenal dia, Anda dapat mengunjungi di website http://www.mangucup.org

Apakah masih ingat film Indiana Jones dengan judul “Raider of the lost ark”, dimana ia menemukan Tabut suci di dalam pyramid. Itu sih film mang Ucup, apakah mang Ucup tidak mengetahuinya bahwa s/d detik Tabut Suci tersebut belum diketemukan?

Tabut suci itu apa? Baiklah saya ingin menjelaskan sedikit tentang Tabut Suci tersebut. Ketika Nabi Musa keluar dari negara Mesir, Musa membuat sebuah peti yg disebut tabut. Dalam bahasa Inggrisnya disebut ARK. Perkataan ark ini sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani yg berarti peti. Di dalam tabut itu disimpan tiga macam barang yang dianggap suci, karena barang tersebut berasal dari Allah. Di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian. Benda pertama melambangkan (tongkat Harun) kekuasaan Allah, benda kedua (roti = mana) melambangkan kasih sayang Allah kepada umat manusia, benda ketiga melambangkan keinginan Allah agar manusia tidak melakukan dosa. Keajaiban pertama di dalam tabut tersebut, ialah walaupun mana atau roti itu sudah ribuan tahun umurnya, tetapi masih tetap saja segar, tidak rusak. Mulai dari ukuran maupun bentuknya itu semuanya adalah hasil disain dari Tuhan Allah sendiri. (Keluaran 25:10-22)

Bagaimana bentuknya tabut tersebut? Tabut itu dari kayu akasia yang panjangnya 110 sentimeter, lebar dan tingginya masing-masing 66 sentimeter yg di lapisi bagian dalam dan luarnya dengan emas murni begitu juga bingkainya dari emas. Tutupnya peti itu dari emas murni, panjangnya 110 sentimeter dan lebarnya 66 sentimeter.

Tabut itu kudus sehingga bisa di symbolkan sebagai Tuhan Allah sendiri.

Sebagai salah satu contoh dengan menggunakan tabut tersebut mereka bisa menyeberangi sungai Jordan yang dalam, tanpa harus melalui jembatan, jadi arus sungai itu bisa di stop dan di tahan oleh tabut. Dengan mana mereka bisa menyebrangi sungai, seperti dahulu ketika bani Israel jalan ditengah lautan.

Josua 3:13 & 16 Nanti apabila para imam yang memikul Peti Perjanjian TUHAN menginjakkan kakinya ke dalam air di Sungai Yordan itu, arus airnya akan terputus; air yang mengalir dari hulu akan terbendung di satu tempat. Sehingga umat Israel dapat menyeberang di atas tanah kering berhadapan dengan kota Yerikho.

Bahkan tabut ini bisa digunakan sebagai senjata untuk perang. Bani Israel membawa tabut dan mengitari kota Yerikho selama 7 kali, langsung benteng kotanya ambruk hancur, sehingga akhirnya mereka bisa menyerbu ke dalam kota Yerikho.

Ketika bait suci yang pertama selesai dibangun oleh Raja Salomo, maka tabut tersebut disimpan di dalam bait suci itu, setelah itu tidak jelas ada dimana dan kemana tabut tersebut. Mereka mencari ribuan tahun, tetapi tidak pernah ada yang menemukannya.

Ternyata tabut suci tersebut ada di Aksum – kota bagian utara dari Etiopia. Tabut tersebut sudah disimpan disana sejak sekitar 3.000 th yang lampau, sejak kerajaan Salomo. Disimpan di dalam satu tempat rahasia, di dalam gua dibawah tanah dari gereja “Zion of Mary”. Gua tersebut dijaga dengan ketat oleh para imam dari keturunan raja Israel. Tabut tersebut di simpan di dalam ruangan yang di kelilingi oleh tujuh tembok. Hanya ruangan dari tembok pertama sampai dengan ke empat bisa digunakan untuk berdoa oleh para imam disana. Dan untuk ruangan ke lima maupun ke enam hanya boleh dimasuki oleh para tetua imam saja. Sedangkan yg boleh masuk keruangan paling dalam atau ruangan ketujuh dimana tabut tersebut disimpan, hanya seorang imam pilihan saja, yakni yang menjadi penjaga dari tabut suci tersebut.

Imam penjaga tabut, tidak diperkenankan keluar dari gua tersebut, bahkan ia hanya diperbolehkan keluar sampai dengan keruangan ke enam saja, untuk mengambil makanan/minuman yg dibawakan oleh imam tetua lainnya. Ia harus tinggal diruangan tersebut selama hidupnya, bahkan ia harus puasa dan berdoa selama 225 hari dalam setahun. Apabila ia mati maka ia akan digantikan oleh imam pilihan lainnya.

Kenapa tabut suci itu bisa berada di negara Etiopia? Terakhir kali yang mengisahkan bahwa tabut suci masih berada di tangan orang Israel ialah ketika, Salomo mengusir putri Firaun istrinya dari tempat dimana tabut suci itu berada, sebab istri Firaun tidak percaya kepada Tuhan Allah (2 Tawarih 8:11). Sejak saat itu benda (tabut) yang dianggap paling penting dan paling suci oleh bani Israel menghilang dari sejarah Israel maupun dari Alkitab. Apa yang terjadi dengan tabut tersebut?

Baiklah kita ikuti sejarah dari Raja Salomo, berdasarkan sejarah dari Kerajaan Etiopia, Ratu dari Negara Syeba telah menikah dengan Raja Salomo, ia sedemikian menyayangi Ratu tersebut sehingga ia boleh minta apa saja dari dia. 2 Tawarih 9:12 Selain hadiah-hadiah balasan yang biasanya diberikan oleh Salomo, Salomo juga memberikan kepada ratu dari negeri Syeba itu segala yang dimintanya.

Dari hasil perkawinannya dengan Ratu dari Syeba, Salomo dapat seorang Putera. Pangeran Menelik I dari Etiopia adalah puteranya dari Raja Salomo.

Bahkan Kaiser Haile Selasie adalah keturunannya dari Pangeran Menelik I, maka dari itu ia menamakan dirinya juga sebagai “The Lion of Judah”, karena ia adalah keturunan langsung dari Raja Salomo.

Berdasarkan kitab sejarah dari resmi dari negara Etiopia yang lebih dikenal dengan nama “Glory of Kings” (Kebra-Nagast) disitu tercantum apa yg telah terjadi dengan tabut perjanjian tersebut. Ketika Ratu dari Syeba meninggal dunia Pangeran Menelik I pada saat itu sudah berusia 19 th. Ia berhasrat meninggalkan Yerusalem untuk kembali kenegara Ibunya untuk diangkat menjadi raja disana. Sebelum ia berangkat, Raja Salomo telah memerintahkan para tukangnya untuk membuatkan duplikat dari Tabut Suci yang akan dihadiahkan kepada Pangeran Menelik I, sebab ia adalah putera dari istri kesayangannya – Ratu dari Syeba. Maklumlah Pangeran Menelik I telah dididik oleh Raja Salomo untuk percaya dan taat kepada Tuhan Allah.

Pada saat pesta perpisahan Pangeran Menelik I membunuh para imam penjaga Tabut Suci dengan minuman anggur yang sudah dicampur dengan racun. Dan ia membawa Tabut Suci yang asli ke Aksum (Etiopia) beserta para imam yang benar-benar taat kepada Tuhan Allah, karena ia melihat para istri dari Raja Salomo semuanya sudah tidak percaya kepada Tuhan Allah lagi, mereka semuanya sudah menjadi murtad dan berdosa terhadap Tuhan Allah, oleh sebab itulah Tabut Suci nya dicuri dan dibawa oleh dia kenegaranya. Sedangkan copy dari Tabut Suci yang seyogianya untuk dia, ditinggal olehnya di dalam bait suci.

Para imam di dalam bait suci tidak bisa membedakan antara yang asli dan dan copy-annya. Pangeran Menelik I berangkat membawa Tabut Suci tersebut dengan catatan akan dikembalikan kembali ke Yerusalem pada saat bangsa Yahudi sudah tidak murtad lagi terhadap Tuhan Allah, ternyata sampai dengan 3000 tahun kemudian hal ini belum terjadi.

Para Imam Israel dan Pangeran Menelik I menamakan dirinya sebagai “Betha Israel” dan sekarang mereka lebih dikenal sebagai suku Falasha. Keturunan dari Pangeran Menelik I memerintah negara Etiophia sehingga wafatnya Kaiser Heila Selassie di th 1975.

Mungkin anda tidak percaya bahwa sudah dari dahulu banyak sekali penganut agama Yahudi di negara Etiopia, bahkan ini tercantum di Alkitab Perjanjian Baru Kisah 8: 27 Pada waktu itu ada seorang pegawai istana Etiopia yang sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya. Orang itu seorang pegawai tinggi yang bertanggung jawab atas semua kekayaan Kandake, ratu negeri Etiopia. Orang itu telah pergi ke Yerusalem untuk berbakti kepada Allah dan sekarang sedang kembali dengan keretanya. Sementara duduk di dalam kendaraannya itu ia membaca Buku Nabi Yesaya.

Bangsa Israel sebenarnya sudah mengetahui hal ini bahkan pernah di muat di majalah B’nai B’rith Messenger, bahkan Anda bisa membaca di Encyclopedia Britannica satu artikel: It (Aksum-Aduwa) contains the ancient church where according to tradition, the Tabot, or Ark of the Convenant brought from Jerusalem by the son of Salomon and the Queen of Sheba, was deposited and is still supposed to rest.

Bahkan sudah tercantum di dalam Alkitab bahwa pada suatu saat Tabut Allah akan dibawa kembali dari negara Etiopia ke Yerusalem Yesaya 18,1,7 : Dari sebuah negeri di seberang sungai-sungai Sudan terdengar dengingan serangga.

Hai, kamu semua yang mendiami bumi! Perhatikanlah apabila panji-panji dinaikkan di puncak gunung-gunung! Dengarlah apabila trompet dibunyikan!

Akan tiba saatnya persembahan-persembahan disampaikan kepada TUHAN Yang Mahakuasa dari negeri itu yang dilintasi sungai-sungai, dari bangsanya yg kuat dan perkasa, dari orang-orangnya yang tinggi dan berkulit halus dan ditakuti di seluruh dunia. Mereka akan datang ke Bukit Sion, ke tempat TUHAN Yang Mahakuasa disembah.

Benda Misterius Yg paling dicari Bangsa Israel !!

Ini neh barangnya yang dicari israel, barang bertuah, sakti mandraguna.
Kalau keris2 dari jawa kalah lah saktinya, hehe.
Namanya TABUTGambar di atas merupakan gambaran replika benda yang paling ditakuti pada masa Perjanjian Lama. Setidaknya begitulah gambarannya. keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang.

gunung moria:1000 tahun sebelumnya, King Salomo/Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.Gunung ini kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa.Apa yang terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja? Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir. Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini. Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut Perjanjian.Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai “tumpuan kaki tuhan” harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.Alasan Israel mencari benda ini:

Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan. Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan.

Namun pada Route of the Exodus 300 tahun kemudian, Tabut itu meninggalkan orang Israel dan dampaknya sangat buruk bagi mereka. Saat pendeta tinggi mengabaikan kewajiban kurban mereka , Tabut itu tak melindungi mereka dalam perang melawan orang Filistin. 30 ribu orang tewas dan orang Filistin mengambil tabut itu. Namun, tujuh bulan kemudian orang Filistin mengembalikannya. Wabah borok dan tikus merebak akibat Tabut itu. Akhirnya, di bawah King David ( Daud a.s ), orang Israel bisa mengalahkan orang Filistin, lalu memenangkan pertahanan terakhir dari pihak lawan. Kemudian, Kota Yerusalem yang dijadikan ibukota. Tuhan menyuruh Daud mendirikan Bait Suci untuk menempatkan tabut tersebut, tapi puteranya Salomo/Sulaiman a.s yang mebangunnya. Karena kasus itu, Gunung Moria menjadi “titik tertinggi” di dalam kota tersebut. Visi Salomo untuk Bait itu tak seperti yang pernah dilihat orang.

Gereja Zion of Mary di Axum Utopia adalah dipercayaai tempat dimana Tabut tersebut disembunyikan:Update
Kini muncul lagi berita baru tentang letak tabut perjanjian ada di dalam masjid al aqsa, maka dari itu israel dengan sangat keras berupaya agar masjid al aqsa segera di ratakan.

alasanya adalah klasik, yaitu bahwa dalam masjid al aqsa di sinyalir menyimpan senjata pemusnah masal dan sebagai tempat bersembunyi pimpinan utama al -qaeda
yang dimaksud dengan haikal sulaiman adalah istana sulaiman yang di kira bangsa yahudi sebagai masjid al aqsa sekarang.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s